Skip to main content

Maafkan


[Maaf]

Maafkan kami wahai pahlawan
Atas darah yang telah kalian tumpahkan
Maafkan kami wahai guru
Kami tidak menggugu tapi hanya meniru
Maafkan kami Sukarno
Teladanmu kami kesampingkan
Maafkan kami Ki Hajar
Pengajaranmu kami lupakan
Maafkan kami Tan malaka
Kemewahanmu kami abaikan
Maafkan kami mahaguru
Kami hanya bisa bersumpah
Maafkan kami ibu pertiwi
Kami tidak lagi punya hati
Maafkan kami koruptor
Kami hanya bisa gembar-gembor
Maafkan kakakmu ini wahai siswa
Kata maha hanya kita jadikan sandangan

Tolong saksikan kami wahai pahlawan
Dari atas sana maupun dari balik kubur
Kami akan berjuang di medan ujian
Tapi jangan teteskan air mata
Jika kalian melihat kami khilaf

Tolong dengarkan ini wahai guru
Guru SD, SMP, dan SMA
Ajaranmu tak berguna
Kami hanya ingin ijazah
Kami hanya ingin lulus

Tapi tidak apa-apa
Solidaritas kami setinggi angkasa
Kesetiakawanan kami sedalam samudra
Tapi tidak apa-apa
Fungsi mahasiswa kami laksanakan
Kecuali yang nomer empat itu persetan

Ampunilah dosa kami wahai Tuhan!


-Made by
Mahasiswa Kaleng-kaleng
8:44 281119


Comments

Popular posts from this blog

Isi puisi

Created: 24/10/2017 18:43 Updated: 25/10/2017 9:03 Tags: Art, Poem Inilah puisi Yang selesai tadi pagi Yang tidak berisi Tidak pula berarti Jadi apa fungsi Membaca ini? Karena puisi itu seni Seni itu bernilai tinggi Serta dapat dinikmati Seharusnya Sebenarnya puisi ini belum jadi Sehingga ingin kulakukan adisi Dengan menambahkan emosi Serta majas personifikasi Sehingga terjadi reaksi Dan membentuk puisi Yang berseri-seri Namun apa daya diri ini Pikiranku terdistorsi Akhirnya Aku hanya menulis refleksi Atas keadaan saat ini Benarkah puisi itu seni? Nyatanya hanya kumpulan majas dan diksi Tidakkah seni bernilai tinggi? Nyatanya akan dilupakan setelah ini Bukankah puisi dapat dinikmati? Nyatanya tidak jauh dari kbbi Benarkah ini puisi? Padahal hanya basa basi Basa basi basi Sekadar diksi tanpa isi (Ditulis dalam rangka memenuhi tugas Bahasa Indonesia)